Manajemen HR di Musim Liburan, Ini 5 Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

Manajemen HR di Musim Liburan, Ini 5 Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

Sebagai profesional HR, Anda lah yang menjadi suksesor bagi karyawan ketika musim liburan tiba untuk memastikan bisnis Anda berjalan lancar semuanya.

Bagi HR, musim liburan bisa jadi beban berat karena harus bisa menyeimbangkan komitmen kerja dan pribadi, beradaptasi dengan perubahan beban kerja, serta permintaan cuti yang semakin meningkat.

Karena itu, penting bagi tim HR untuk memiliki perencanaan yang jelas agar produktivitas tetap terjaga, semangat karyawan meningkat, dan kepatuhan terhadap peraturan tetap terpenuhi.

Berikut ini adalah lima kesalahan umum yang sebaiknya dihindari agar tim HR dapat melewati musim liburan dengan lebih tenang dan terorganisir.

1. Tidak merencanakan cuti sejak awal

Salah satu tantangan terbesar di akhir tahun adalah lonjakan permintaan cuti karyawan. Cuti mendadak ini dapat membebani anggota tim lainnya, memicu stres, kesahalahan kerja, hingga menurunkan keterlibatan karyawan.

Tidak hanya itu, dampaknya pun bisa terasa ke pelanggan, mulai dari keterlambatan penyelesaian tugas hingga menurunnya kualitas layanan.

Permasalahan ini bisa diatasi dengan berdiskusi denganteman satu tim mengenai rencana cuti dan pembagian beban kerja tim sejak satu atau dua bulan sebelumnya. Dengan kalender cuti bersama, potensi bentrok dapat dihindari dan operasional tetap berjalan lancar.

Tim Anda pun bisa membuat back up untuk membantu pekerjaan-pekerjaan krusial yang mungkin akan dihadapi.

2. Mengabaikan apresiasi terhadap kontribusi karyawan

Akhir tahun sering disibukkan dengan mengelola cuti, acara akhir kantor, dan urusan legalitas, sehingga apresiasi terhadap karyawan sering terlewatkan. Padahal, penting untuk memberikan apresiasi pada karyawan yang telah bekerja keras mencapai target. Ketika kontribusi mereka tidak diakui, semangat dan motivasi bisa menurun.

Manfaatkan momen perayaan akhir tahun untuk memberikan apresiasi secara khusus, seperti ucapan terima kasih yang dipersonalisasi, sorotan atas pencapaian tim dalam pertemuan internal, atau bahkan papan apresiasi di area kantor dapat memberikan dampak positif yang besar bagi moral karyawan.

Baca juga:

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Tahun 2026, Catat Tanggalnya!

Bagaimana Zoho People Membantu Enterprise Menyederhanakan Operasional HR?

3. Tidak ada panduan yang jelas untuk perayaan kantor

Tanpa pedoman yang jelas mengenai acara di kantor, risiko terhadap budaya kerja, keamanan, dan reputasi perusahaan bisa meningkat. Jika tidak ada batas profesional, tentunya akan memicu situasi yang tidak nyaman bagi para karyawan.

Sebagai HR, pastikan bahwa ekspektasi aturan di acara kantor tertulis jelas dalam kebijakan perusahaan. Anda dapat mengirim reminder singkat saat mengirim undangan acara, dan kesiapan manajer untuk bertindak cepat jika muncul situasi yang tidak sesuai.

4. Mengabaikan legalitas di akhir tahun

Kesibukan menjelang akhir tahun sering membuat tugas-tugas legal sering terlewat, seperti pembaruan data karyawan, perpanjangan sertifikasi, pemrosesan gaji, hingga pembuatan laporan akhir tahun. Kelalaian ini bisa berujung pada sanksi hukum, denda, dan menurunnya kepercayaan karyawan maupun pemangku kepentingan lainnya.

Akan lebih baik jika Anda memiliki checklist kepatuhan akhir tahun yang rutin diperbarui seriap tahun. Checklist ini sebaiknya mencakup dokumentasi, pelaporan, audit, dan pembaruan kebijakan sesuai regulasi yang berlaku.

Anda bisa berkoordinasi dengan tim keuangan, payroll, legal, dan pimpinan agar semuanya selaras sebelum penutupan tahun.

5. Melupakan tim global dan karyawan remote

Di era kerja hybrid dan remote ini, mengecualikan karyawan jarak jauh dari perayaan akhir tahun dapat berdampak buruk pada keterlibatan mereka ke depannya. Perbedaan zona waktu, budaya, atau keterbatasan virtual sering menjadi penghalang, padahal momen liburan justru saat yang tepat untuk memperkuat inklusivitas.

Pertimbangkan perbedaan zona waktu saat merencanakan acara dan sediakan opsi partisipasi virtual yang nyaman. Jika perlu, dorong manajer mengadakan perayaan tingkat tim agar lebih fleksibel. Pengiriman hadiah tepat waktu, aktivitas virtual, hingga pertukaran cerita budaya dan tradisi juga dapat membantu seluruh karyawan merasa dilibatkan.

Penutup

Musim liburan dapat menjadi momen reflektif dan penuh makna ketika dikelola dengan komunikasi yang jelas dan perencanaan yang inklusif. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, tim HR dapat menciptakan suasana akhir tahun yang lebih positif, tertata, dan mendukung kesejahteraan seluruh karyawan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kode bahasa komentar.
Dengan mengirimkan formulir ini, Anda setuju dengan pemrosesan data pribadi sesuai dengan Kebijakan Privasi.

Postingan Terkait