Panduan Kepatuhan Regulasi Privasi Data untuk Perusahaan di 2026

Panduan Kepatuhan Regulasi Privasi Data untuk Perusahaan di 2026

Saat ini, lokasi perusahaan bukan lagi batasan. Jika Anda mengumpulkan atau memproses data pelanggan yang berada di beragam provinsi, bahkan lintas negara, maka regulasi privasi data global akan berdampak langsung pada bisnis Anda. Memasuki 2026, proses regulasi semakin kompleks dengan hadirnya aturan baru dan pembaruan kebijakan di berbagai wilayah.

Berikut adalah regulasi utama yang perlu masuk radar perusahaan Anda, serta strategi untuk tetap patuh di tengah perubahan yang cepat.

Regulasi Utama yang Sudah Berlaku

California Consumer Privacy Act (CCPA)

CCPA memberikan kendali lebih besar kepada konsumen di California atas penggunaan data pribadi mereka, termasuk hak untuk menghapus data serta menolak penjualan atau pembagian informasi pribadi.

Ke depannya, regulasi ini akan diperbarui agar selaras dengan perkembangan teknologi, mencakup kewajiban audit keamanan siber dan pengaturan penggunaan sistem pengambilan keputusan otomatis, termasuk penguatan melalui amendemen Proposition 24 (2020).

Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA)

HIPAA melindungi rekam medis dan informasi identitas pribadi pasien di Amerika Serikat, sekaligus memberi hak kepada pasien untuk memperbaiki data serta mengetahui bagaimana informasi mereka digunakan.

Pada 2025, pembaruan besar pertama dalam satu dekade diusulkan untuk memperkuat keamanan siber data kesehatan elektronik.

General Data Protection Regulation (GDPR)

GDPR menetapkan standar pengumpulan dan pengelolaan data warga Uni Eropa, terlepas dari lokasi perusahaan, dengan kewajiban transparansi, pengamanan data, dan penghapusan data yang tidak lagi diperlukan. Regulasi ini menjadi acuan global dalam perlindungan data dan terus berkembang mengikuti dinamika digital.

UK General Data Protection Regulation (UK GDPR)

Sejak 2021, Inggris memberlakukan GDPR versi mereka sendiri yang pada dasarnya mempertahankan prinsip utama perlindungan data Uni Eropa. Regulasi ini mengatur transparansi, keamanan, dan hak individu atas data pribadi mereka di wilayah Inggris.

EU AI Act

Disahkan pada 2024, EU AI Act melengkapi prinsip GDPR seperti keadilan dan transparansi dalam konteks sistem kecerdasan buatan. Regulasi ini mengklasifikasikan aplikasi AI berdasarkan tingkat risiko, melarang aplikasi yang dianggap "risiko tidak dapat diterima”, dan menetapkan persyaratan ketat bagi sistem berisiko tinggi.

Personal Information Protection Law (PIPL)

PIPL berlaku bagi seluruh organisasi yang mengumpulkan data pribadi di Tiongkok dan mengatur cara data tersebut dikumpulkan, disimpan, digunakan, dibagikan, serta ditransfer. Sejak musim semi 2025, aturan audit kepatuhan baru mewajibkan perusahaan membuktikan kepatuhan melalui dokumentasi resmi, bukan sekadar pernyataan.

Lei Geral de Proteção de Dados (LGPD)

LGPD Brasil mengadopsi kerangka serupa GDPR untuk melindungi data individu di Brasil, menjadikannya penting bagi perusahaan multinasional mengingat besarnya pasar digital negara tersebut. Dalam beberapa tahun ke depan, regulasi tambahan akan diperkenalkan, termasuk terkait tata kelola AI dan perlindungan data anak di bawah umur.

Regulasi yang Perlu Kita Perhatikan  di 2026

Tingkat Negara Bagian AS

Beberapa negara bagian di Amerika Serikat yang telah mengesahkan undang-undang privasi dalam beberapa tahun terakhir dan akan mulai menegakkannya pada 2026. Regulasi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Indiana Consumer Data Protection Act
  • Kentucky Consumer Data Protection Act
  • Rhode Island Data Transparency and Protection Act
  • Pembaruan terhadap California Consumer Privacy Act

Inggris

Pada 2025, Inggris memperkenalkan Data Use and Access Act (DUAA). Aturan inimerevisi versi GDPR mereka dengan memberikan fleksibilitas tambahan serta sejumlah klarifikasi penting, tanpa mengubah prinsip inti perlindungan data. Implementasi bertahap regulasi ini telah dimulai dan akan berlanjut hingga 2026.

Kawasan APAC

Di kawasan Asia-Pasifik, sejumlah regulasi privasi data telah diberlakukan tahun ini dan lainnya diperkirakan efektif sebelum akhir 2026. Selain memperkuat undang-undang yang sudah ada, banyak regulasi baru di kawasan ini memberi perhatian besar pada tata kelola AI, termasuk:

  • Pembaruan terhadap Privacy Act 1988 Australia
  • Digital Personal Data Protection Act 2023 India (sebagian telah berlaku)
  • Personal Data Protection Decree Vietnam

Baca juga: 

Strategi Pengukuran Kinerja Bisnis untuk Terus Bertumbuh di 2026

3 Tren Enterprise Software yang Akan Membentuk Strategi Bisnis di 2026

Bagaimana Jika Terjadi Ketidakpatuhan?

Menjadikan privasi data sebagai prioritas membantu perusahaan memperkuat reputasi dan membangun kepercayaan pelanggan. Namun kini, ketika isu privasi menjadi perhatian utama regulator di seluruh dunia, perlindungan data bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan keharusan dari sebuah bisnis.

Selain merusak reputasi, kegagalan mematuhi regulasi privasi data dapat menimbulkan berbagai konsekuensi serius:

  • Denda finansial. Semakin berat pelanggaran yang terjadi, semakin besar pula sanksi yang harus dibayar. Sebagai gambaran, di bawah General Data Protection Regulation (GDPR), denda dapat mencapai 4% dari pendapatan tahunan global perusahaan, sementara Personal Information Protection Law (PIPL) menetapkan sanksi hingga 5%.
  • Gangguan operasional. Dalam beberapa regulasi seperti California Consumer Privacy Act (CCPA), pelanggaran dapat berujung pada perintah penghentian sementara (injunction) yang memaksa perusahaan menghentikan operasional hingga masalah diselesaikan.
  • Tuntutan hukum. Pelanggan yang terdampak pelanggaran dapat mengajukan gugatan. Gelombang tuntutan hukum bukan hanya menguras sumber daya perusahaan, tetapi juga dapat memperburuk citra publik secara signifikan.

Strategi Mendorong Kepatuhan Terhadap Regulasi Privasi Data

Sederhanakan dan integrasikan tech stack

Ketika data perusahaan tersebar di berbagai aplikasi dengan protokol keamanan yang berbeda, maka risiko dari kejahatan siber semakin meningkat, terutama jika terdapat praktik shadow IT atau penggunaan AI tanpa persetujuan resmi.

Dengan mengintegrasikan sistem dalam satu ekosistem terpadu maka pengawasan akses data akan jauh lebih mudah. Selain itu juga akan memperkuat tata kelola, dan memungkinkan deteksi serta penanganan pelanggaran secara cepat.

Kembangkan program pelatihan karyawan

Karyawan berperan penting dalam menjaga kepatuhan terhadap regulasi privasi data, sehingga mereka perlu memahami aturan terbaru dan dampaknya terhadap pekerjaan sehari-hari.

Pelatihan rutin dan komunikasi internal membantu memastikan seluruh tim memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung inisiatif privasi perusahaan.

Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap vendor dan mitra

Jika vendor atau pihak ketiga gagal melindungi data dengan baik, mereka tetap dapat dimintai pertanggungjawaban atas konsekuensinya. Karena itu, penting untuk memastikan mitra memiliki protokol privasi yang memadai serta menyepakati perjanjian yang jelas terkait pengelolaan dan perlindungan data.

Audit kepatuhan secara berkala

Menunjuk tim atau individu untuk menguji efektivitas kebijakan dan kontrol teknis membantu mengidentifikasi potensi kerentanan atau ketidakpatuhan dalam operasional. Audit rutin, termasuk juga pemeriksaan pengaturan keamanan atau simulasi insiden akan memberi kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan perbaikan sebelum pelanggaran menjadi lebih serius.

Bagaimana Zoho Mendukung Privasi Data?

Privasi data merupakan nilai inti di Zoho Corporation. Zoho tidak menjual data pelanggan, tidak menggunakan data untuk kepentingan iklan, dan tidak membagikan informasi pribadi kepada data broker.

Apa artinya hal ini bagi inisiatif privasi data bisnis Anda? Artinya, informasi Anda di aplikasi kami dilindungi oleh standar privasi yang ketat.

Selain itu Zoho dapat membantu menyederhanakan tech stack melalui solusi software terpadu yang mendukung berbagai kebutuhan bisnis, meningkatkan transparansi serta visibilitas lintas aplikasi untuk memperkuat akuntabilitas dan keamanan, serta mempermudah komunikasi antar tim dalam menyampaikan pembaruan regulasi dan perubahan kebijakan internal secara cepat dan efisien.

Penutup

Dalam beberapa tahun terakhir, regulasi privasi data semakin ketat dan komprehensif, dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut. Jika perusahaan Anda belum melakukan audit kebijakan privasi data baru-baru ini, sekarang adalah waktu yang tepat untuk meninjau sistem yang ada dan memperkuat aspek yang masih lemah atau sudah tidak relevan.

Dengan meningkatnya perhatian konsumen dan regulator terhadap perlindungan data sensitif, memperkuat protokol privasi bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga kunci untuk menjaga kredibilitas dan daya saing bisnis di masa depan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kode bahasa komentar.
Dengan mengirimkan formulir ini, Anda setuju dengan pemrosesan data pribadi sesuai dengan Kebijakan Privasi.

Postingan Terkait