6 Tren Otomatisasi Marketing yang Harus Anda Tahu

Pada tahun 2022, industri otomatisasi pemasaran (marketing) diperkirakan akan terus tumbuh hampir 9%, dan diperkirakan akan mencapai nilai $6,4 miliar pada tahun 2024. Inilah saatnya bagi seluruh bisnis untuk mulai mempertimbangkannya.

Sangat penting untuk menciptakan pengalaman unik dan menarik yang menarik bagi konsumen, dan teknologi otomatisasi marketing dapat mewujudkannya.

Apa itu otomatisasi marketing?

Otomatisasi pemasaran (marketing automation) adalah penggunaan teknologi atau perangkat lunak (software) untuk mengotomatiskan berbagai aktivitas pemasaran suatu bisnis.

Berkat software otomatisasi marketing, bisnis modern dapat menyederhanakan, mengotomatiskan, dan mengukur ROI usaha mereka. Dengan begitu, kerja tim pemasaran menjadi lebih efisien dan pendapatan meningkat.

Fungsi otomatisasi marketing dalam sebuah bisnis

Fungsi utama software otomatisasi marketing adalah untuk menyederhanakan dan mengotomatiskan aktivitas yang dilakukan oleh tim penjualan dan pemasaran.

Mereka dapat merencanakan dan menjalankan kampanye lead generation, meluncurkan berbagai kampanye iklan digital tanpa perlu menekan tombol "kirim" atau "luncurkan" secara manual di setiap email, pesan, dan iklan.

Bisnis yang menggunakan otomatisasi marketing dapat menikmati berbagai manfaat di seluruh operasinya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh teknologi dalam membantu bisnis Anda, misalnya dengan meningkatkan jumlah leads berkualitas, meningkatkan jumlah konversi, dan meningkatkan produktivitas di seluruh tim sales dan marketing.

Apa yang dapat diotomatiskan?

Dalam artikel ini, kita akan melihat beberapa tren penting yang akan tim marketing butuhkan untuk memuaskan konsumen.

1. Personalisasi berdasar funnel

Strategi marketing funnel yang baik akan terus berkaitan erat dengan konversi leads. Dengan kekuatan softwarebisnis untuk otomatisasi marketing, Anda dapat menciptakan pengalaman yang dipersonalisasi sesuai dengan tantangan, persyaratan, dan sasaran audiens.

Bagian top funnel adalah tempat prospek atau audiens mulai menemukan bisnis Anda. Di tahap ini sebaiknya fokus pada konten kesadaran merek (brand awareness).

Di tahap middle funnel, calon pelanggan mungkin sedang mempertimbangkan solusi atau layanan tertentu yang Anda berikan. Salah satu konten penting di tahap ini adalah dengan menyajikan perbandingan produk/layanan Anda dengan pesaing.

Di bagian bottom funnel, calon pelanggan telah melihat langsung seluruh keunggulan Anda. Konten yang baik, seperti studi kasus dan testimonial akan sangat membantu pelanggan membuat keputusan.

2. Pengalaman marketing omnichannel

Pengalaman pemasaran omnichannel berarti pelanggan dapat berinteraksi dengan bisnis Anda di berbagai saluran (situs web, media sosial, SMS, video, iklan cetak, dll.) sebagai bagian dari satu perjalanan pelanggan yang mulus.

Menciptakan pengalaman omnichannel itu soal memberikan apa yang diinginkan konsumen dan bagaimana mereka menginginkannya.

Tim marketing saat ini menghadapi tantangan dalam menemukan solusi pemasaran yang relevan dan pengalaman pelanggan (customer experience) yang luar biasa. Mereka tidak lagi mengandalkan komunikasi satu arah untuk menghubungi lead dan pelanggannya.

Sebaliknya, rata-rata konsumen dapat memanfaatkan semua saluran favorit mereka untuk terlibat dengan bisnis sebelum membuat keputusan pembelian. Marketing omnichannel akan tetap eksis, dan menerapkannya dengan maksimal akan sangat penting untuk kemajuan setiap bisnis.

3. Lifecycle marketing

Pemasaran siklus hidup (lifecycle marketing) adalah strategi yang digunakan untuk mengubah leads menjadi pelanggan, menarik mereka kembali, dan mempertahankan pelanggan saat mereka bergerak melalui perjalanan pembelian (buying journey) mereka.

Bisnis harus memiliki pemahaman yang utuh tentang target audiens mereka dan berkomitmen untuk meningkatkan nilai pelanggan dalam jangka panjang.

Tahapan siklus hidup pelanggan sendiri meliputi kesadaran, keterlibatan, evaluasi, pembelian, dukungan, dan loyalitas. Strategi pemasaran yang ideal harus memperhitungkan customer experiencedi setiap tahap itu, bukan hanya fokus pada pembelian.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Forbes, hampir 73% konsumen mengatakan pengalaman yang baik adalah kunci untuk mempengaruhi loyalitas mereka.

Lifecycle marketingmemang membutuhkan kemahiran dari tim marketing. Mereka perlu menyusun rencana untuk seluruh siklus konsumen dan memelihara audiens yang masuk di setiap tahap.

4. Chatbot berkemampuan AI

Dengan semakin banyaknya konsumen yang mengeksplorasi pilihan mereka secara online, jumlah permintaan tumbuh secara eksponensial setiap hari.

Seorang anggota tim dukungan pelanggan mungkin hanya dapat menangani satu permintaan di waktu yang sama. Menanggapi permintaan dan pertanyaan yang itu-itu saja juga bisa jadi membosankan.

Chatbot otomatis memperbaiki masalah ini. Ia dapat menangani banyak permintaan secara bersamaan dengan waktu tunggu dan kesalahan paling sedikit.

Chatbot modern telah dilengkapi kemampuan untuk merespons pesan berdasarkan kata kunci tertentu atau dengan mengacu pada algoritma yang telah ditentukan sebelumnya. Mereka juga menggunakan machine learning untuk menyesuaikan tanggapan mereka dan memberikan informasi yang paling akurat.

Tapi harap diingat, pemilihan chatbot otomatis juga menjadi tantangan tersendiri. Salah memilih teknologi chatbot berarti Anda membawa masalah untuk bisnis. Pertanyaan pelanggan yang tak terjawab, atau permintaan calon pelanggan yang dijawab dengan tidak relevan, akan membuat reputasi bisnis Anda merosot.

5. Retargettanpa pelacakan

Penargetan ulang (retargeting) adalah inti dari digital marketing, dan sangat penting untuk pertumbuhan bisnis. Secara tradisional, ini dilakukan dengan menggunakan cookie pihak ketiga untuk melacak perilaku pengunjung.

Sayangnya, praktik menggunakan cookie pihak ketiga sudah tidak disarankan karena rentan terjadi pelanggaran data pribadi konsumen.

Saat konsumen menjadi waspada terhadap privasi, mereka berharap dapat menjalin hubungan yang transparan dengan suatu bisnis, dan cookie pihak ketiga sering bertentangan dengan nilai ini.

Jadi bagaimana tim marketing menanggapi situasi tersebut?

Mereka dapat mengadopsi model atribusi berdasar data dan mengandalkan marketing kontekstual. Atribusi berdasarkan data memberikan informasi tentang semua poin kontak penting di sepanjang perjalanan pelanggan.

Ini membantu tim marketing mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kinerja setiap poin kontak. Dengan cara ini, tim marketing dapat melihat hasil yang luar biasa terutama dengan berfokus pada poin kontak.

6. Konten yangmobile friendly

Era perangkat seluler telah membawa perubahan besar dalam cara kita mengonsumsi data. Orang dapat menemukan apa saja hanya dengan beberapa sentuhan di ujung jari.

Dengan lebih dari 50% lalu lintas global berasal dari perangkat seluler, Anda akan kehilangan peluang dalam membangun hubungan dengan pelanggan jika Anda tidak mengambil pendekatan yang berfokus pada perangkat mobile.

Tetapi menghasilkan konten yang mobile friendly saja tidak cukup; tim marketing harus menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan keterlibatan dan mendapatkan nilai dari konsumen.

Beberapa strategi utama dalam pendekatan yang mengutamakan seluler adalah pemasaran SMS, push notification, dan iklan dalam aplikasi.

Penutup

Dalam tiga tahun terakhir, dunia tiba-tiba berubah drastis dan membuat banyak bisnis tergagap. Selain mengadopsi software otomatisasi marketing yang tepat, Anda juga perlu mengetahui tren yang mengubah permainan ini dan menerapkannya dalam strategi pemasaran Anda.

Semakin cepat Anda memulai, semakin baik hasil Anda.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kode bahasa komentar.
Dengan mengirimkan formulir ini, Anda setuju dengan pemrosesan data pribadi sesuai dengan Kebijakan Privasi.

Postingan Terkait